TERHENYAK  aku saat membaca sebuah artikel ‘ tentang penelitian ORGASME perempuan Aceh’ yg di muat di site the jaournal globe…ternyata penelitian yang dilakukan oleh  Firliana Purwanti bukan hanya pada perempuan Aceh tapi pada perempuan di daerah lain nya juga…dan telah di tuangkan dalam bentuk buku..!!!! (gw belom liat bentuk n rupanya)

yg isi nya menurut the journal globe  tersebut wouw !!!Buku itu mengupas beragam praktek dan budaya masyarakat penyebab perempuan tidak mendapatkan orgasme. “Ini perlakuan tidak adil kepada perempuan,” ujar Firliana. Salah satu praktik yang dinilai menghilangkan kenikmatan orgasme pada perempuan adalah sunat perempuan atau Female Genital Mutilation. Praktik ini masih banyak terjadi di Indonesia.

Subhanallah ..alhamdullilah org tua saya  telah melakukan female genital mutilation…

saya sering mendengar org tua di kampung saya (entah lah kalau di daerah anda) berkata seperti ini kalau melihat perempuan “gitelen” atw ipak a naru kacange ya’ (maaf’ agak sedikit kasar bahasanya yg artinya perempuan yg genit ,binal sama lawan jenis  atw perempuan yg kacangnya masih panjang ) …ups…dulu saya masih sering bertanya2 , kenapa ya? apa hubunganya ya ? ups finally i got it why…hihihihi, ngak ke bayang sama sy kalau seandainya perempuan2 tdk di sunat ..ups budaya barat yang nemplok sana nemplok sini yg tdk bisa menahan ‘ arus bawah’ akan pindah kesini dan mungkin  jangan2 sudah banyak memang perempuan yg tdk disunat di indonesia, di sunat ajah kadang masih ada  yang asal nemplok (tdk bisa menahan nafsu ‘ arus bawah’) gimana yg tdk di sunat..

ups…

masalah orgasme perempuan dalam hubungan suami istri ; mungkin butuh pembicaraan yg saling terbuka antar si istri kepada suaminya saja ‘..hayo istri maunya gimana dan suami maunya gimana xixixixixixix (sok tau mode on)

daripada meneliti kek ginian lebih baik neliti berapa kasus gizi buruk di indonesia ….

‘dhe’ lagi ‘ ngawur’ ..hehehhehehehe