Tragedi ‘Lumpur Lapindo’ dimulai pada tanggal 27 Mei 2006 dan sampai saat ini belom ada usaha penyelesaian yang kongkrit pada masyarakat korban lumpur lapindo.

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Minggu sore di kediaman pribadi Puri Cikeas Bogor menerima sekitar 20 warga korban Lumpur PT Lapindo Brantas di Sidoarjo.Rombongan warga Sidoarjo tersebut dipimpin oleh budayawan Emha Ainun Najib yang merupakan wakil dari 11.000 kepala keluarga yang rumah dan tanahnya terendam lumpur sejak 29 Mei tahun lalu.

Bravo PAK Emha Ainun Najib, anda sangat hebat bisa mempertemukan Bapak President dengan Korban Lumpur Lapindo, sedangkan Wakil Rakyat yang jelas – jelas di tunjuk oleh Rakyat sampai saat ini belum bisa mempertemukan mereka( tanya kenapa??????????),

dan bukankah sudah semestinya se orang Pemimpin yang berkunjung ke tempat rakyatnya apalagi yang sedang menderita , bukan rakyat yang memohon- mohon bahkan mengemis untuk bertemu dengan Pemimpin nya?????

Chairul (Salah seorang warga yang ikut dalam pertemuan itu)juga menjelaskan Presiden terlihat sangat terharu melihat nasib warga korban lumpur yang sampai saat ini juga belum terselesaikan masalahnya,Mendengar cerita dan penjelasan warga korban lumpur Presiden Yudhoyono terlihat amat kecewa karena merasa informasi yang diterimanya terima tidak seimbang dengan kenyataan yang terjadi dan dialami oleh warga sampai saat ini

 ah bapak mudah – mudahan rasa  keharuan yang bapak tunjukan pada chairul yudi dan temen – temen nya bukan hanya keharuan sementara, karena bapak pasti dan mungkin Faham sekali kalau di tanah merah putih ini susah sekali mencari penghidupan, dan bahwa di sana ada jutaan anak kecil yang terpaksa tidak pergi ke sekolah karena sekolah mereka telah tengelam,dan orang tua mereka yang kehilangan pekerjaan karena tempat mencari suapan nasi juga tengelam, dan atap mereka berteduh dari hujan dan sengatan matahari telah lenyap….ah bapak begitu banyak penderitaan disana….sekali lagi mudah- mudahan keharuan itu bukan hanya untuk SEMENTARA…

KARENA RAKYAT BUTUH SOLUSI REALITAS BUKAN JANJI