November 2007


 579295216m.jpg

 

people are often unreasonable,

illogical and self center

Forgive them anyway.

 

If you are kind,
people may accuse you of selfish,

ulterior motives;
Be kind anyway.

 

If you are successful,
you will win some false friends and some true enemies;
Succeed anyway.

If you are honest and sincere,
people may deceive you;
Be honest and sincere anyway.

 

What you spend years creating,
others could destroy overnight;
Create anyway.

 

If you find serenity and happiness,
some may be jealous;
Be happy anyway.

 

The good you do today,
people will often forget tomorrow;
Do good anyway.

 

Give the best you have,
and it might never be enough;
Give your best anyway.

 

You see, in the final analysis.
it is between you and God;
It is never between you and them anyway.

 

 

These words were written on the wall in Mother Teresa’s orphanage home for children in
Calcutta. The source is unknown.

Aku memasuki keheningan

aku memasuki kedamaian

aku memasuki ketentraman

aku gumuli kata2 besar ini

untuk mencari engkau

aku mengembara

aku menjelajahi celah demi celah

bersama jiwaku yang kerdil

menerobos kegelapan

mencairkan kebekuan

membangun kediaman

demi menemukan secercah cahaya

demi mendekati jamahan belaianmu

tapi benarkah aku bakal menjumpai mu?

tidakkah aku hanyut dalam impian – impian

atau aku sendiri menciptakan penjara abadi

aku dan engkau terpenjara

dalam selaksa kehendak

selaksa mimpi

selaksa do’a

do’a dan impian

berulang dan berulang

*** @p@ Ku@s@ Huj@n

Mampang – Pasar Minggu metromini 75, 29 Otb 07.18.30

perempatan republika seorang pengamen teenlit (PT)naik ( mumpung lagi tren istilah teenlit untuk novel teenlit and sinetron teenlit yang membodohi masyarakat ..hayah..)

si pengamen teenlit bernyanyi

‘ kupersembahkan setangkai bunga hitam lambang nurani terkelam,…kau dirikan kerajaan pendusta tonggakmu orang bodoh, dengan anjing penjilat di kanan kirimu tuk mengekalkan keinginanmu…..’

setelah nyanyi si pengamen meminta uang nya agak sedikit memaksa sambil ngoceh sama mbak2 yang duduk deket sopir ‘ mbak jangan pelit dunk ,sama uang gopek aja pelit, laper nih mbak’

and this is my turn

gw ‘ mas jangan marah marah dunk’ sambil cengengesan

PT’ habis mba Cape dari tadi, kesel saya mbak, mentang2 

      SBY ngelarang ngasih uang ke orang kayak saya ,

      emang dia mo ngasih berapa sih’

gw ‘ ah demo , demo ajah mas and bla ..bla…

       (kompor mode on)’

PT senyum – senyum nga jelas…

gw’ hidup SBY… ‘ ( gw lebih nga jelas lagi..hihihi)

jadi inget raperda sapu jagad yang lagi di garap di RUMAH RAKYAT ibu kota..uh….

Raperda tersebut melarang pengemis dan pedagang asongan berkeliaran. Bukan hanya itu, orang yang memberi uang kepada pengemis diancam pidana denda paling banyak Rp 20 juta. Kini para pengemis di Jakarta tengah menghitung hari menungu perda tersebut di laksanakan…….

jadi inget pelajaran jaman Bahela…yang retrorika nya sangat indah….

Pasal 34 UUD 1945

(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. ****)

(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. ****)

(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. ****)

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. ****)

sepertinya butir 1-3 LUPA dilaksanakan, adalah butir 4 saja yang di berlakukan seperti raperda sapu jagad tersebut.

AH……PEMIMPIN BANGSA  YANG SUKA BERETROTIKA INDAH DAN BERPENYAKIT LUPA YANG  AKUT.